Wisata Kampung Ekologi Batu into Green

KAMPUNG EKOLOGI,Kampung Ekologi terletak di Kelurahan Temas, kota Batu. Outbound edukasi Kampung ini dirintis sejak tahun 2014 oleh warga setempat dan para pejabat tinggi setempat, seperti Lurah, Sekretaris Lurah, dan beberapa relawan lainnya. Sampah menjadi permasalahan utama yang ditangani oleh warga di sana. Kemauan warga untuk menanggulangi permasalahan sampah menarikĀ  perhatian Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu untuk membantu warga mengelola sampah.

Kampung yang dulunya sekadar kampung biasa, sekarang menjadi kampung wisata yang menjadi salah satu destinasi para wisatawan ketika mengunjungi kota Batu. Didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kampung Ekologi mampu mendirikan bank sampah hingga saat ini. Sampah anorganik rumah tangga dipilah dan dikumpulkan ke bank sampah secara berkala, sedangkan sampah organik dikumpulkan untuk dijadikan pupuk kompos.

Seiring dengan berkembangnya bank sampah, terdapat pertanian organik yang potensial di Kampung Ekologi. Pertanian organik mereka telah tersertifikasi organik oleh LeSOS. Komoditas hortikultura menjadi komoditas yang ditanam oleh petani. Potensi lainnya yang menjadi ciri dari Kampung Ekologi, yaitu pengolahan limbah kering (sampah anorganik) di Keday Kado yang merupakan salah satu tempat kesenian yang dihadirkan di sana. Terdapat beberapa jenis produk olahan sampah kering yang dipamerkan. Selain itu, jika berkunjung, kita dapat secara langsung belajar dengan pemilik Keday Kado tentang cara pengolahan sampah hingga menjadi sebuah karya.

Tidak itu saja, Kampung Ekologi juga menyuguhkan Gang Tematik. Hampir di setiap gang memiliki tema tertentu yang dapat dijadikan spot foto. Ketika datang ke sana, maka gang pertama yang akan ditemui, yaitu Gang TPQ. Di gang ini terdapat bangunan yang digunakan oleh anak-anak Kampung Ekologi sebagai tempat untuk mengaji saat sore hari. Gang Cinta menjadi spot yang paling disukai oleh para pengunjung karena nuansa merah muda yang menyenangkan terlihat dari tembok dan bunga yang menghiasi gang tersebut. Tidak jauh dari gang cinta terdapat gang Bahagia yang entah mengapa dinamakan gang Bahagia. Sekitar 100 meter dari gang Bahagia, terdapat gang Matahari yang bernuansa kuning dengan tanaman bunga matahari.

Setiap petak lahan memiliki beragam jenis komoditas hortikultura menyesuaikan dengan permintaan pasar. Produk sayur organik para petani sudah memiliki label Be Life Organic dan telah dipasarkan secara luas sekitar kota Batu dan kota Malang. Pemasaran dilakukan langsung oleh petani dari Kampung Ekologi, tidak seperti petani pada umumnya yang harus melalui tengkulak. Produk sayur organik dapat dipanen secara langsung oleh konsumen jika berkunjung ke Kampung Ekologi.

Selain itu, ada gang Antariksa yang menghadirkan nuansa seperti sedang berada di antariksa dan disuguhi edukasi tentang planet, bulan dan matahari. Hadir juga gang Gethuk yang penamaannya berasal dari makanan tradisional Jawa. Dulu ada warga yang berwirausaha memproduksi produk rumahan, yaitu gethuk. Ada gang Punden yang diambil dari kosakata Jawa, artinya makam. Gang ini diberi nama Punden karena jika melewati gang tersebut maka kita sedang berjalan menuju makam para sesepuh kampung setempat.

Bukan hanya itu, outbound edukasi Kampung Ekologi memiliki kegiatan yang juga mengajak anak muda untuk semakin cinta lingkungan, seperti yang baru saja terlaksana, BIG Eco Camp 2017. Kegiatan ini mengajak anak muda berakhir pekan di Kampung Ekologi dengan mendapatkan edukasi mengenai pertanian organik, bank sampah, dan daur ulang sampah. Selain itu, ada kegiatan Bazar Sehat yang diadakan setiap minggu untuk memberikan kesempatan kepada petani menjual hasil pertaniannya dan berinteraksi langsung dengan pembeli serta berbagai kegiatan menarik lainnya.